Komune Dayak Menari Perkenalkan Tarian dan Musik Tradisionil di Gelaran Borneo Culture Stage

muzweek.net, BALIKPAPAN – Memperkenal budaya wilayah sebagai wujud konservasi budaya oleh angkatan muda, memang satu hal yang harus. Perihal ini pula yang sudah dilakukan oleh Komune Dayak Menari dalam acara Borneo Culture Stage di Plaza Balikpapan, Sabtu (28 Mei 2022).

Pengurus Komune Dayak Menari, Nela menerangkan, sebagai wujud konservasi kebudayaan, dia dan keluarganya membuat Komune Dayak Menari di tahun 2015 dan diisikan oleh keluarganya. Bahkan juga dia telah terjun di bagian seni tari semenjak duduk di kursi Sekolah Dasar.

Komune kami ini asli sanggahr tetapi kami ada di bawah Paguyuban Berantare. Kami membuat satu sanggahr, dan didalamnya itu ialah keluarga kami . Maka barusan itu sepupu saya, ponakan saya, jadi semua betul-betul keluarga besar.

Kami ini berdiri di 2015. Beroperasi di sektor seni tari. Musiknya jga. Memang keluarga besar. Belajar nari turun turun. Karena untuk pergantian. Kan itu budaya nenek moyang. Saya belajar menari dari kecil, dari SD, tambahya.

Dua tarian ciri khas suku Dayak, yakni Tarian Tunggal Wanita dan Tarian Datun

Wanita yang dipanggil pida itu menerangkan performa mereka diharap dapat mengenalkan dan mendidik warga atau pendatang untuk melestarikan kebudayaan.

Saat ini kan zaman makin kekinian, sebagai salah satunya dari kebudayaan ini, jadi saya ingin selalu melestarikan kebudayaan kita. Apa lagi terutamanya kita bakal menjadi IKN . Maka beberapa pendatang tahu, suku Dayak asli kita ini semacam ini kebudayaannya. Janganlah sampai musnah oleh jaman, katanya.

Dalam acara pekanan itu, mereka tampilkan dua tarian ciri khas suku Dayak, yakni Tarian Tunggal Wanita dan Tarian Datun.

Tarian-Tarian itu diperlihatkan dengan disertai cuplikan alat musik Sape, yang sebagai alat musik asal suku Dayak. Tidak lupa disertai oleh keterangan dari MC mengenai filosofi tarian yang diperlihatkan.

Dimulai dari alat musik Sape dimainkan, selanjutnya menemani dua tarian itu, tidak berhenti-hentinya pengunjung ramai bergabung melingkari, untuk menyaksikan atraksi kebudayaan sekalian mendokumentasikannya ke account sosial media mereka.

Bahkan juga ada 2 orang wisatawan dari India yang turut melihat atraksi dari Komune Dayak Menari itu.

Borneo Culture Stage Minggu Ke-2 Diadakan sesudah Wabah, Disongsong Semangat Masyarakat Balikpapan

Borneo Culture Stage sebagai aktivitas tahunan yang diadakan Plaza Balikpapan

Komune Dayak Menari Perkenalkan Tarian dan Musik Tradisionil di Gelaran Borneo Culture Stage

Aktivitas ini mulai ditingkatkan kembali sebelumnya setelah sempat berhenti karena wabah Covid-19 sekian tahun terakhir.

Jika arah dari Borneo Culture Stage ini kita ingin menghidupkan kembali seperti apakah sich kesenian tradisionil Kalimantan, sebut Hendri Purnomo sebagai Supervisor Moment and Pemasaran Communication Plaza Balikpapan.

Dia mengingati supaya tidak lupakan budaya wilayah rumah kita, terutamanya budaya tradisi Dayak Kalimantan.

Janganlah sampai di zaman modernisasi semacam ini kebudayaan kita tergerus jaman, katanya.

Atraksi budaya ini dikerjakan setiap akhir minggu agar memancing ketertarikan dan terutamanya anak-anak agar bisa menyukai kesenian tradisionil Indonesia terutamanya kesenian atau budaya Kalimantan.

Borneo Culture Stage ditampilkan Dayak Menari dan Dayak Meratus

Supaya warga dan terutamanya anak-anak kita menyenangi kembali kesenian tradisionil Indonesia , jelasnya.

Disamping itu, atraksi budaya ini mendidik warga lokal supaya tidak lupakan kesenian dan budaya wilayahnya masing-masing.

Kita coba untuk mendidik pengunjung dengan beberapa informasi yang dikatakan oleh MC di saat perlihatkan berjalan, terang Hendri.

Atraksi budaya Borneo Culture Stage ini cuma bisa dicicipi di Bay Park Plaza tiap akhir minggu.

Ini hari, Sabtu (28/5/2022) atraksi budaya Borneo Culture Stage ditampilkan oleh komune atau sanggar Dayak Menari dan Dayak Meratus.

Borneo Culture Stage ini sebagai serangkaian aktivitas yang pucuknya akan diadakan pada Agustus kedepan, yakni Borneo Culture Week.

Borneo Culture Week ini tentu saja semakin lebih besar dibanding Borneo Culture Stage ini, ucapnya.

Hendri mengharap tidak ada wabah atau limitasi aktivitas warga kembali.

Peristiwa menyongsong IKN (Ibu Kota Negara) yang hendak beralih ke tanah Kalimantan timur juga jadi penyebab praktisian atraksi budaya yang difasilitaskan oleh Plaza Balikpapan sebagai pusat belanja besar yang berada di Kota Penyangga IKN ini.

Keinginannya bisa banyak pelancong asing yang kesini kembali dan kita akan kenalkan culture kita kembali, katanya.

Posted on