5 Peraturan ‘Gila’ China di Olimpiade Musim Dingin Beijing

Muzweek.net – Olimpiade Musim Dingin Beijing diawali di hari ini, Jumat (4/1). Mendekati Olimpiade, China mengaplikasikan beberapa ketentuan ‘gila’ untuk tekan penebaran virus corona. China sendiri memang mengaplikasikan peraturan keras dalam melalui wabah Covid-19. Dengan taktik nol-Covid, kewenangan negara tersebut sering lakukan kuncian (lockdown) dan test massal di tempat yang teridentifikasi kasus positif Covid-19.

5 Peraturan 'Gila' China di Olimpiade Musim Dingin Beijing

Berikut beberapa peraturan ‘gila pemerintahan China untuk menahan kenaikan kasus Covid-19 sebagai tuan-rumah Olimpiade Musim Dingin 2022:

1. Wajibkan Pelayan dan Bartender Gunakan APD

China mengharuskan pelayan dan bartender disekitaran tempat Olimpiade untuk memakai alat perlindungan diri (APD) untuk menahan penebaran virus corona.

Di kota Zhangjiakou, bartender dengan pakaian hazmat kelihatan mengolah koktail mereka. Pelayan di kota itu lakukan tugas mereka dengan APD.

Panorama ini kelihatan di Kondominium Nanshanli, di mana mayoritas tamunya sebagai wartawan atau personil Olimpiade. Tidak cuman di Zhangjiakou, kejadian ini terjadi disekitaran tempat Olimpiade yang berada di Beijing, diambil dari Reuters.

2. Melarang Masyarakat Mendekati Delegasi Olimpiade Walau Turut serta Kecelakaan

Kepolisian Beijing larang masyarakat dekati delegasi Olimpiade Musim Dingin, walau mobil mereka turut serta kecelakaan.

“Bila terjadi kecelakaan jalan raya dengan kendaraan khusus untuk Olimpiade Musim Dingin, berharap masih tetap jaga jarak aman,” kata Agen Management Lalu Lintasi Beijing dalam sebuah upload di Weibo, seperti diambil dari AFP.

Larangan ini diaplikasikan untuk menghindar pelanggaran prosedur kesehatan Olimpiade dan menahan penyebaran Covid-19, khususnya berkaitan delegasi dan olahragawan.

3. Pakai Mekanisme ‘Gelembung’ di Tempat Olimpiade

China putuskan memakai mekanisme ‘bubble’ atau ‘gelembung’ untuk batasi tempat Olimpiade dengan masyarakat sipil untuk menahan penyebaran virus corona. Orang yang ada dalam ‘gelembung’ wajib melakukan test harian dan harus memakai masker setiap saat.

Beberapa orang tidak dapat tinggalkan gelembung sampai acara olahraga usai.

Mekanisme ‘bubble’ ini membuat olahragawan, pelatih, dan beberapa petinggi lain dapat melancong memakai transportasi sah, tapi tidak dapat jalan-jalan di ruangan khalayak.

Dalam gelembung raksasa ini, ada 4.500 olahragawan sampai pada Kamis (3/2) dan 20.000 sukarelawan lokal.

4. Test Massal 2 Juta Masyarakat Beijing Menjelang Olimpiade

China lakukan test massal pada 2 juta masyarakat Beijing menjelang Olimpiade Musim Dingin. Pengetesan ini dilaksanakan sesudah pemerintahan mengetahui cluster Covid-19 beberapa minggu mendekati acara olahraga itu.

Kewenangan lokal mengenali area Fengtai di selatan Beijing sebagai episentrum dari cluster Covid-19 terkini. Beijing sendiri mengetahui 43 kasus infeksi virus corona baru pada 23 Januari kemarin.

Sekitar 2 juta masyarakat di tempat itu akan dites. Warga yang dari daerah beresiko tinggi dilarang tinggalkan kota.

5. Cepat-cepat Lockdown Tempat Sekitaran Beijing

China gerak cepat mengaplikasikan kuncian daerah (lockdown) disekitaran Beijing seminggu mendekati Olimpiade Musim Dingin. Karena lockdown kejutan itu, masyarakat ketidaktahuan.

Seorang staff penangkalan Covid di China memverifikasi, sekitaran 1,dua juta orang di teritori New Tempat, Xiong’an, tidak dibolehkan untuk tinggalkan kompleks perumahan mulai 25 Januari.

Warga Xiong’an juga ketidaktahuan, apa lagi lockdown ini dilaksanakan mendekati Hari Raya Imlek.

“Kelihatannya saya tidak dapat pulang ke rumah untuk rayakan Tahun Baru Imlek,” tutur seorang pemakai Weibo.

Beberapa warganet China menanyakan kebutuhan berlakukan lockdown di Xiong’an.

“Apa (lockdown) itu diperlukan? Mengapa kami tidak dapat pergi bila tempat itu dipandang beresiko rendah?” kata salah satunya pemakai Weibo.

Posted on