Hong Kong Umumkan Kematian Korban COVID-19 Sejak 5 Bulan Pertama

Muzweek.net – Hong Kong memberikan laporan kematian pertama karena COVID-19, pertama semenjak lima bulan akhir. Seperti dikutip Reuters Rabu 9 Februari 2022. Seorang pria lansia yang terkena COVID-19 di Hong Kong wafat pada Selasa kemarin.

Kematian itu disampaikan saat Hong Kong berusaha menantang pandemi COVID-19 yang lebih buruk, kata kewenangan rumah sakit. Pasien berumur 73 tahun itu menderita penyakit akut dan pada tes pertama sudah memperlihatkan positif COVID-19 saat masuk rumah sakit.

Tetapi, tidak terang apa kematian pria itu akan dikelompokkan sebagai kematian COVID ke-214 di Hong Kong. Karena, kasus dengan hasil tes pertama positif harus jalani test selanjutnya untuk dikelompokkan sebagai kasus positif COVID-19.

Hong Kong sudah memberikan laporan sekitaran 16.600 kasus COVID-19 semenjak awalnya wabah pada 2020, lebih rendah dibanding beberapa kota besar sama yang lain.

Kota itu pada Selasa lalu umumkan beberapa langkah limitasi virus corona baru yang ketat dan menulis beberapa kasus infeksi baru.

Pimpinan Hong Kong Carrie Lam menjelaskan kota itu sekarang ini tidak bisa hidup bersebelahan dengan COVID-19 seperti sisi dunia yang lain, karena ada lebih dari 50 % lanjut usia yang belum divaksinasi.

Hong Kong sudah jalankan taktik penangkalan penebaran COVID-19 “0 aktif” yang dipakai oleh Cina dataran untuk tekan semua pandemi virus corona selekasnya mungkin.

Beberapa langkah itu, yang paling ketat diterapkan semenjak awalnya wabah, sudah menelan korban sosial dan ekonomi yang bertambah antara 7,lima juta warga kota itu.

Kekurangan sayur-mayur terjadi di semua kota yang menambahkan penderitaan masyarakat. Karena, beberapa sopir truk yang positif COVID-19 tidak bisa bawa masuk komoditas itu dari Cina dataran.

Dari pengumuman pemerintah memberi info dengan ijin berdasar pada info dari kartu vaksin. Masyarakat diwajibkan memperlihatkan bukti vaksinasi agar bisa masuk mayoritas tempat, terhitung pusat belanja dan pasar swalayan.

Sekitaran 80 % warga Hong Kong sudah mendapatkan minimal jumlah pertama vaksin COVID-19, tapi banyak masyarakat lanjut usia ragu untuk divaksinasi.

Di saat yang serupa, faksi berkuasa sudah larang tatap muka lebih dari 2 orang, tutup sekolah, taman bermain, pusat kesehatan, dan mayoritas tempat umum yang lain.

Aktivitas makan di restaurant juga dilarang start pukul 06.00 sore, sementara tatap muka individu di dalam rumah terbatasi.

Agenda penerbangan Hong Kong jeblok sekitaran 90 % karena limitasi perjalanan yang ketat. Sementara banyak orang, terhitung mayoritas karyawan negeri, kerja di rumah.

Munculnya 610 Kasus Covid Varian Baru di Hong Kong

Stasiun tv di Hong Kong TVB memberitakan Pemerintahan Hong Kong diprediksi akan memberikan laporan jika ada sekitaran 610 kasus baru Covid-19 pada Senin, 7 Februari 2022. Angka itu ujian paling besar untuk Hong Kong yang ingin 0 kasus Covid-19, tetapi sampai saat ini masih bergelut dengan pandemi virus corona.

TVB dalam kabar beritanya menyebutkan berdasar suatu sumber, ada sekitaran 300 tes pertama virus corona yang hasilnya positif Covid-19.

Hong Kong sudah jadi financial hub, yang ikuti taktik Cina, yaitu selekasnya tekan penebaran virus corona. Kasus Covid-19 di Hong Kong naik semenjak Januari 2022 dengan lebih dari 2 ribu kasus, dibandingkan Desember 2021.

Pada Minggu, 7 Februari 2022, ada 342 kasus virus corona atau sedikit turun dibandingkan satu hari awalnya, yang terdaftar ada 351 kasus. Beberapa puluh bank di Hong Kong, salah satunya HSBC dan Bank of China mengungkapkan gagasan untuk hentikan operasional terhitung mulai 7 Februari 2022 buat turut menolong hentikan penebaran.

Menteri Kesehatan Hong Kong Sophia Chan menjelaskan sejauh akhir minggu (Sabtu dan Minggu) diprediksi kasus Covid-19 akan naik dengan eksponensial.

Hong Kong saat ini sudah menjadi satu diantara kota paling terisolasi di dunia karena wabah Covid-19. Nyaris 90 penerbangan di Hong Kong jeblok karena ketatnya peraturan Covid-19.

Bukan itu saja, sekolah, taman bermain, tempat olahraga dan mayoritas beberapa tempat umum, ditutup. Restaurant cuman bekerja sampai jam 6 sore. Mayoritas warga Hong Kong, terhitung PNS, kerja di rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.