Jeff Bezos Sumbang Rp. 2,8 Triliun Membuat Namanya Tercatat Di Museum Selama 50 Tahun

Nama Jeff Bezos akan didokumentasikan minimal sepanjang 50 tahun kedepan di gedung baru Museum Dirgantara dan Luar Angkasa Nasional Smithsonian.

Ini terjadi sesudah bekas CEO Amazon itu memberi bantuan fenomenal sebesar US$200 juta atau sekitaran Rp2,8 triliun lebih ke museum di Amerika Serikat itu.

Gagasan pembangunan Pusat Evaluasi Bezos sebesar US$ 130 juta atau Rp1,8 triliun dipublikasikan musim panas lalu, sesudah pendiri Amazon itu memberi bantuan paling besar semenjak museum dibangun nyaris 180 tahun lalu.

Sementara dana US$70 juta atau sekitaran Rp1 triliun dari Bezos didistribusikan untuk Museum Dirgantara dan Luar Angkasa Nasional di ibukota Washington D.C.

Nama Bezos akan terpajang di website pusat evaluasi yang belum dibuat dan pada tempat lain di Smithsonian Institution.

Pemberian hak pemberian nama sudah disepakati oleh dewan museum Smithsonian, yang anggotanya terhitung Wakil Presiden Kamala Harris, Ketua Mahkamah Agung John Roberts dan beberapa senator AS dan perwakilan DPR.

Jubir Smithsonian menjelaskan ke The Post jika Bezos tidak membuat tuntutan “sekitar hak pemberian nama.””Ini semua ialah persetujuan standard yang dibikin untuk bantuan sebesar ini,” ucapnya.

Sarana baru ini gagasannya akan dibuat disebelah timur alun-alun museum di lokasi unggulannya di National Mall. Bangunan itu akan dibangun di lokasi restaurant museum yang ada dan direncanakan untuk dibedah.

Pusat evaluasi di Amerika Serikat ini akan tampilkan program dan aktivitas yang memberikan inspirasi pelajar untuk memburu pengembangan dan mengeksploitasi karier di bagian STEAM (sains, tehnologi, tehnik, seni dan matematika).

Nama Bezos akan dipakai oleh Smithsonian “selekasnya” lepas dari realita jika pusat evaluasi tidak seutuhnya dibuat “untuk beberapa saat,” sesuai kesepakatan hadiah.

Smithsonian, sebuah organisasi nirlaba yang dibikin oleh pemerintahan federasi dan mayoritas didanai oleh pembayar pajak, dinamakan atas periset Inggris, James Smithson.

Dia kumpulkan uang banyak dan mewarisinya ke pewarisnya dengan persyaratan jika mereka memakai beberapa uang itu untuk membangun museum.

Selainnya Bezos, pesohor lain mendapat kehormatan ini sesudah menyumbangkan sebagian besar uang mereka.

Satu diantaranya ialah ratu acara bincang-bincang tv Amerika Serikat, Oprah Winfrey. Dia menyumbang US$12 juta atau Rp172,6 miliar ke Museum Nasional Riwayat Afrika Amerika Smithsonian – yang mengepalai Teater Oprah Winfrey.

Siapakah Jeff Bezos ?

Nama Bezos akan terpajang di website pusat evaluasi yang belum dibuat dan pada tempat lain di Smithsonian Institution.

Pemberian hak pemberian nama sudah disepakati oleh dewan museum Smithsonian, yang anggotanya terhitung Wakil Presiden Kamala Harris, Ketua Mahkamah Agung John Roberts dan beberapa senator AS dan perwakilan DPR.

Jubir Smithsonian menjelaskan ke The Post jika Bezos tidak membuat tuntutan “sekitar hak pemberian nama.””Ini semua ialah persetujuan standard yang dibikin untuk bantuan sebesar ini,” ucapnya.

Sarana baru ini gagasannya akan dibuat disebelah timur alun-alun museum di lokasi unggulannya di National Mall. Bangunan itu akan dibangun di lokasi restaurant museum yang ada dan direncanakan untuk dibedah.

Pusat evaluasi di Amerika Serikat ini akan tampilkan program dan aktivitas yang memberikan inspirasi pelajar untuk memburu pengembangan dan mengeksploitasi karier di bagian STEAM (sains, tehnologi, tehnik, seni dan matematika).

Nama Bezos akan dipakai oleh Smithsonian “selekasnya” lepas dari realita jika pusat evaluasi tidak seutuhnya dibuat “untuk beberapa saat,” sesuai kesepakatan hadiah.

Smithsonian, sebuah organisasi nirlaba yang dibikin oleh pemerintahan federasi dan mayoritas didanai oleh pembayar pajak, dinamakan atas periset Inggris, James Smithson.

Dia kumpulkan uang banyak dan mewarisinya ke pewarisnya dengan persyaratan jika mereka memakai beberapa uang itu untuk membangun museum.

Selainnya Bezos, pesohor lain mendapat kehormatan ini sesudah menyumbangkan sebagian besar uang mereka.

Satu diantaranya ialah ratu acara bincang-bincang tv Amerika Serikat, Oprah Winfrey. Dia menyumbang US$12 juta atau Rp172,6 miliar ke Museum Nasional Riwayat Afrika Amerika Smithsonian – yang mengepalai Teater Oprah Winfrey.

Bezos terlahir di Albuquerque, New Mexico, Amerika Serikat dari pasangan suami istri namanya Jacklyn Gise Jorgensen dan Ted Jorgensen. Sayang, usia pernikahan ke-2 orang-tua Bezos cuman bertahan setahun.

Sesudah berpisah dengan Ted, Jacklyn memilih untuk menikah kembali dengan seorang imigran asal Kuba namanya Mike Bezos. Jacklyn juga menukar marganya jadi Bezos, terhitung untuk nama Jeff.

Semasa kecil Jeff Bezos

Bezos tercipta dari keluarga yang tidak terkait kuat dengan tehnologi. Tetapi, semenjak kecil, Bezos telah mempunyai minat di dunia tehnologi, terutamanya di bagian elektro.

Hal tersebut ditunjukkan saat Bezos membuat sirene listrik simpel, untuk menahan ke-2 adiknya supaya tidak masuk ke kamarnya. Saat balita, Bezos sempat juga membedah sendiri tempat tidurnya dengan obeng kecil.

Minatnya di bagian tehnologi jadi berlanjut, sampai dia duduk di kursi SMA. Waktu itu, Bezos berpeluang untuk ikuti Program Training Sains Tingkat Mahasiswa di University of Florida, AS.

Pada tingkat SMS, Bezos sukses raih penghargaan Silver Knight Award di tahun 1982, penghargaan untuk pelajar yang mempunyai nilai baik dan berperan ke sekolah dan warga.
Sesudah lulus SMA, Bezos tempuh pengajaran di Princeton University dan raih gelar sarjana pengetahuan computer dan tehnik listrik dengan predikat summa cumlaude pada 1986.

Sesudah lulus kuliah, Bezos bekerja di Fitel, yaitu perusahaan yang beroperasi di sektor telekomunikasi dan peningkatan koneksi internet, untuk bidang perdagangan internasional.

Tidak berangsur lama, Bezos selanjutnya berpindah ke perusahaan lain seperti Bankers Kepercayaan dan D.E Shaw pada 1990.

Di D.E Shaw, Bezos memegang sebagai Vice President paling muda waktu itu. D.E Shaw jadi tempat di mana Bezos pertama kalinya berjumpa dengan Mackenzie Tuttle, wanita yang selanjutnya dinikahinya pada 1993. Dari pernikahan itu, Bezos dan Tuttle memiliki 4 orang anak.

Gagasan untuk membangun Amazon ada pada 1993. Waktu itu Bezos mulai buka usaha jual-beli buku lewat cara online. Setahun berlalu, persisnya 1994, Bezos tinggalkan kerjanya di D.E Shaw dan berpindah ke Bellevue, Washington, AS untuk konsentrasi meniti upayanya sendiri.

Baru pada 5 Juli 1994, Bezos sah membangun perusahaan Amazon dan jadikan garasi rumah sebagai kantor pertama kalinya waktu itu. Nama Amazon di inspirasi dari Sungai Amazon yang ada di Amerika Selatan. Bezos meniti usaha Amazon bermodal awalnya sejumlah 300.000 Dollar AS yang dari orangtuanya. Bersama beberapa pegawainya, Bezos terus meningkatkan usaha Amazon sampai perkembangannya semakin melejit.

Dengan kekayaan nya tentu saja Jeff Bezos kini menikmati hidupnya dengan menikmati banyak hiburan di dunia semisal menikmati semua permainan casino terbaru di atas kapal pesiar. Hingga mencari hiburan sampai ke bulan melalui NASA baru baru ini.

Demikianlah rangkuman tentang Jeff Bezos yang paling baru dan akurat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.