Alec Baldwin Akan Kooperatif Atas Penyidikan Penembakan Di Area Syuting

muzweek.net – Pemain Hollywood Alec Baldwin meyakinkan dirinya sendiri kooperatif dalam penyidikan atas kejadian penembakan fatal yang tewaskan Halyna Hutchins di area shooting film Rust. Antara lainnya, Baldwin mempersetujui seandainya smartphonenya dikontrol serta diambil faksi berkekuatan.

Ditulis People, pria berumur 63 tahun itu membagi video di Instagram, memberitakan kemajuan teranyar dari kejadian berdarah di Oktober 2021 waktu lalu. “Pikiran kalau saya tak taati keinginan atau perintah atau tuntutan atau surat perintah pemeriksaan perihal handphone saya, itu omong kosong, itu berbohong,” papar Baldwin.

Baldwin akui kooperatif dalam prosesnya, lantaran dia memuliakan performa faksi berkekuatan. Akan tetapi, Baldwin berasumsi, faksi berkekuatan dari negara sisi lain mesti lewat negara sisi tempat ia tinggal buat ajukan keinginan pengecekan smartphonenya. “Sudah pasti, kami 1000 prosen akan taati semuanya. Kami baik dengan itu,” ujar Baldwin.

“Kita bisa memuliakan kematian Halyna Hutchins dengan mendapati kebenaran. Itu yang lagi saya usahakan,” sambungnya.

Baldwin didapati lagi dalam babak penyidikan atas kematian Hutchins yang meninggal di area shooting film Rust waktu senjata yang digenggam Baldwin meletus. Kecuali Hutchins, direktur Joel Souza pula luka dalam kejadian itu. Baldwin awal mulanya pula mengugkap permenungan awalnya tahun 2022 dengan kembali mengenang kesertaannya dalam kematian Hutchins.

Penanggung Jawab Senjata Tuntut Penyuplai Properti

Penanggung jawab senjata film Alec Baldwin, Hannah Gutierrez Reed, memohon ganti kerugian dari penyuplai property Seth Kenney serta perusahaannya, PDQ Arm serta Prop LLC, berdasar pada tuntutan yang disampaikan di pengadilan New Mexico. Menyikapi hal demikian, Kenney belum memberikan komentar, diambil dari Reuters.

Saat itu, saat wawancara bersama ABC News di Desember, Kenney menentang peluru yang ada pada area shooting asal dari perusahaannya. Penembakan di area shooting yang terjadi di 21 Oktober lagi diinvestigasi kuasa New Mexico serta guncangkan industri selingan. Kejadian itu mengonsumsi korban sinematografer serta mencederai sutradara Joel Souza.

Dalam tuntutan itu, Reed mengucapkan ia masukkan peluru dengan merek amunisi dummy ke senjata. “Yang Hannah pahami, senjata itu diisi enam dummy rounds,” kata tuntutan itu, diambil dari Reuters serta ditulis Di antara di Kamis (13/1/2022).

Tuntutan itu pula mengucapkan ia sudah tak memeriksa senjata 15 menit saat sebelum penembakan lantaran prosedur Covid-19 membuat mesti ada pada luar gereja tempat peristiwa terjadi. Kejadian itu tak terekam dalam camera lantaran Baldwin ketika itu lagi latihan bab yang hendak direkam terakhir.

Amunisi itu disalahpahami menjadi cuman amunisi dummy meski sebenarnya didalamnya amunisi dummy serta peluru tajam, catat tuntutan itu. “Bahwa penyuplai properti amunisi yaitu tergugat memberikan amunisi kepada para tim produksi film gabungan antara amunisi dummy dan asli.”

Baldwin mengucapkan pada ABC News kalau ia tak menarik pelatuk, ia mengucapkan pistol itu meledak waktu ia mengokang pistol serta latih angle camera dengan Hutchins.

Sementara di November 2021 lalu, supervisor text film Rust, Mamie Mitchell, ajukan tuntutan pada Alec Baldwin serta produser film di Rabu (17/11/2021) waktu di tempat berkaitan kejadian penembakan di area shooting film itu. Naskah tuntutan sebutkan kalau shooting yang tengah dilakukan pemain Hollywood itu tak ada pada dalam text film yang berakhir tewaskan sinematografer Halyna Hutchins serta mencederai sutradara Joel Souza.

“Tak ada pada text perihal pistol yang dikeluarkan oleh tergugat Baldwin atau oleh pihak lain,” catat tuntutan itu, diambil dari Associated Press.

Menurut tuntutan, Baldwin sudah menyalahi prosedur dengan tak periksa pistol lebih berhati-hati. Tuntutan itu pula mendakwa penanggung jawab pencipta senjata untuk membuat, Gutierrez Reed, mempunyai pengalaman sekurang-kurangnya dan menyalahi prosedur lantaran biarkan senjata serta amunisi tak dijaga sepanjang istirahat makan siang.

“Baldwin pilih untuk bermain rolet Rusia waktu ia tembakkan pistol tanpa ada mengontrolnya, serta pencipta senjata tidak juga kerjakan perihal itu di hadapannya,” kata pembela perkara Mitchell, Gloria Allred, saat kongres jurnalis.

Mamie Mitchell adalah seorang supervisor text veteran yang sudah melaksanakan nyaris 100 produksi film. Dia ada pada area shooting buat pertama kali mulai sejak epidemi mulai serta adalah orang pertama-kali yang mengontak 911 lekas seusai penembakan terjadi, kata tuntutan itu.

Tuntutan mengatakan kalau Mitchell menanggung derita trauma fisik yang serius dan terpukul serta luka di mekanisme sarafnya. Dia menuntut ganti rugi serta ganti kerugian dengan jumlah yang belum dipastikan. Tuntutan itu adalah tuntutan ke-2 yang dikirimkan atas kejadian penembakan di area shooting film Rust.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.