Kehebatan Tehnologi dan Adab Terpuji

muzweek.net – Tidak dapat disangkal perubahan tehnologi demikian cepat. Khususnya dalam soal tehnologi info. Saat ini cukup dengan memakai gawai kita dapat lakukan banyak kegiatan bahkan juga yang memiliki sifat produktif. Begitu halnya makin luas peranan dari sebuah gawai, hingga jadikan gawai sebagai salah satunya keperluan dalam mendukung kegiatan. Dan berpengaruh dalam jumlah pemakai gawai yang banyak.

Dampak dari cepatnya tehnologi info secara perlahan-lahan mengubah dunia pengajaran. Seorang guru kelihatannya tidak dapat kembali tidak pedulikan kondisi ini. Bahkan juga guru selalu harus bersama-sama dengan tehnologi. Minimal dapat mengoptimalkan pemakaian gawai sebagai alat atau media evaluasi.

Peserta didik seolah tidak dapat terlepas dari gawai. Dengan gampangnya kita dapat menyaksikan gawai ada dalam pegangan mereka baik dalam atau di luar lingkungan sekolah. Sudah pasti ketentuan untuk batasi pemakaian gawai di lingkungan sekolah umumnya ada, tetapi sering kali ada langkah peserta didik untuk menyalahi ketentuan itu. Yang pada akhirannya jadikan ketentuan sebagai normalitas saja, dan pasti itu buruk.

Satu kali lagi baik guru atau peserta didik tidak bisa tidak pedulikan kehadiran alat tehnologi itu. Maka dari itu di sini harus ada jalan tengah dengan manfaatkan gawai sebagai daya magnet pelajar pada proses buka wacana ilmu dan pengetahuan. Hingga, dengan pengiringan seorang guru, proses evaluasi diharap bisa memudahkan pengetahuan pelajar akan satu materi dan membahagiakan tentu saja.

Guru Harus Tingkatkan Kekuatan Dalam Soal Pemakaian Tehnologi

Karena itu, guru awalnya harus buka diri untuk ingin tingkatkan kekuatan dalam soal pemakaian tehnologi. Program office sebagai salah satunya kekuatan dasar yang perlu dipunyai. Dengan office guru bisa membuat modul sebagai materi yang dapat dipakai dalam evaluasi. Disamping itu bisa juga membuat media evaluasi berbentuk presentasi hingga evaluasi jadi lebih bervariasi dan membahagiakan. Pasti dengan kreativitas guru memungkinkan implementasi office dapat semakin jauh kembali.

Selainnya buku dan modul, saat ini benar-benar gampang dalam cari beberapa sumber belajar. Tehnologi internet seolah buka luas beberapa sumber belajar yang awalnya terselinap. Baik guru dan pelajar bisa mengeruk beberapa sumber belajar cukup dengan “searching” lewat gawai. Pahami dunia internet harus juga menjadi satu diantara kekuatan seorang guru. Guru harus pandai hingga dapat memberi beberapa batasan di dunia internet ke pelajarnya. Hingga pelajar bisa pahami mana info yang dapat dipercayai.

Program pengurus video akan berguna saat diaplikasikan pemakaiannya sebagai media evaluasi. Dengan melihat video, pelajar dapat gampang terima pengetahuan yang kadang susah untuk diterangkan dengan kalimat. Selain itu dengan video guru dapat menerangkan satu proses yang sebetulnya memerlukan waktu lama, jadi tontonan yang dapat disamakan dengan saat yang dibutuhkan saat jam belajar mengajarkan.

Bermodal Kekuatan Dalam Tehnologi

Bermodal kekuatan dalam tehnologi itu, guru sekiranya bisa mengoptimalkan dalam memperantai ilmu dan pengetahuan supaya bisa gampang dimengerti oleh pelajar. Hingga dalam sekian tahun ke depan, pelajar bisa mengaplikasikan pengetahuan pengetahuannya dalam masyarakat. Dalam soal “memperantainya” memerlukan tiang yang bisa jaga jembatan supaya masih tetap kuat. Tiang itu ialah adab yang terpuji.

Dengan benar-benar terbukanya info saat ini, beragam tipe info dengan benar-benar gampang didapat. Baik itu info yang berguna, info yang jelek yang bisa mengubah pelajar jadi yang tidak diharap. Sama seperti seperti pisau, gawai bisa juga bawa ke kebaikan atau ke terburukan. Saat dipakai dalam soal kebaikan karena itu karena yang didapat akan baik , dan kebalikannya.Maka dari itu diperlukan adab yang terpuji seperti tiang penahan jembatan.

Pada intinya semua materi yang dikatakan guru telah berada di mesin perayap internet. Bahkan juga dapat semakin luas kembali materinya. Semua jawaban dari beberapa soal yang diberi guru juga telah ada. Namun evaluasi adab yang terpuji tidak dapat langsung didapat. Peranan guru di sini jadi penting dalam memberi evaluasi itu.

Memanglah tidak gampang dalam memberikan pelajaran mengenai adab terpuji, kurang cukup cukup dengan memberi teori saja. Namun diperlukan aktivitas atau perlakuan yang sudah dilakukan secara terus-terusan hingga bisa membuat satu rutinitas-kebiasaan baru. Dan itu dilaksanakan tidak cuma dengan seorang guru tetapi dilaksanakan oleh semua orang di dalam lingkungan sekolah.

Pelajar Bisa Dengan Sadar Manfaatkan Tehnologi

Memberi contoh ke pelajar sebagai salah satunya langkah dalam implementasi adab terpuji. Pelajar menyaksikan ke guru sebagai anutan baik pada evaluasi di kelas dalam sikap sehari-harinya khususnya di lingkungan sekolah. Bagaimanakah cara guru bicara, bagaimanakah cara guru menangani permasalahan, bagaimanakah cara guru menasihati, bagaimana guru menghargai pelajar dan perlakuan guru yang lain bisa menjadi perhatian pelajar yang dapat menjadi contoh oleh pelajar. Saat perlakuan guru itu searah dengan adab terpuji, maka jadi evaluasi yang bagus untuk pelajar.

Hingga dengan adab terpuji, keinginannya pelajar bisa dengan sadar manfaatkan tehnologi dalam soal kebaikan. Pelajar akan berasa malu saat memakai gawai untuk hal yang tidak bagus. Disamping itu sadar akan norma memakai gawai, mengetahui kapan memakai gawai dan mengetahui kapan tidak memakai gawai.

Dengan mengombinasikan kekuatan tehnologi dan budi pekerti atau adab terpuji, diharap bisa membuat warga yang memiliki ilmu pengetahuan dan bermoral terpuji di periode kedepan. Hingga bisa bawa Indonesia jadi negara yang maju dan dihormati di dunia dengan identitas sikap warga yang bermoral terpuji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.