Mari Mengenal Dan Memahami Apa itu Metaverse

muzweek.net – Kerajaan Arab Saudi bikin sensasi sehabis berapa waktu lalu menggemakans sebuah inspirasi untuk membikin beribadah Haji di metaverse. Ide ini juga seketika bikin beberapa pro-kontra panas.

Meskipun menyebabkan pro-kontra nyatanya masih ada banyak orang yang belum mengenali apasih dunia metaverse itu. Nach di artikel ini kamu dapat mendapati keterangan komplet berkenaan apakah yang dimaksud makna metaverse.

Ditulis dari USA Today, metaverse yakni paduan dari sejumlah unsur technologi, termaksud virtual reality, augmented reality serta video di mana pemakai “hidup” di dunia digital.

Partisan metaverse mengandaikan pemakainya bekerja, bermain, serta masih tetap tersambung dengan rekan-rekan lewat segalanya mulai dengan konser serta pertemuan sampai perjalanan virtual keliling dunia.

Sedang menyadur dari Coinmarketcap oleh Wadah Blitar, metaverse adalah ruangan virtual yang dicetak menjadi vs digital dari beberapa unsur yang berada pada dunia riil, baik itu hubungan di antara manusia atau kegunaan ekonomi.

Lebih katanya, makna metaverse berpedoman dalam dunia virtual yang mirip kehidupan dunia riil, dengan tanah, bangunan, avatar yang bisa didapat serta dipasarkan, sering kali memanfaatkan mata uang kripto.

Di di dunia ini, beberapa orang bisa bekerja, bersahabat, mendatangi tempat tertentu, beli barang serta layanan, seperti di dalam kehidupan riil.

Asal Usul Metaverse

Secara etimologis, metaverse sendiri berawal dari kata ‘meta’ yang berarti ‘melampaui’ serta ‘verse’ yang mempunyai arti ‘alam semesta’. Maka metaverse bisa disebut menjadi sebuah ruangan berisi materi yang melebihi segalanya yang tampak di bumi ini.

Rancangan metaverse pertamanya diperkenalkan dalam novel Snow Jatuh kreasi Neal Stephenson pada tahun 1992 yang ceritakan perjalanan metaverse sepasang pengantar buat menolong diri dari distopia kapitalis.

Dalam pada itu, penulis esai Matthew Ball memperhitungkan kalau metaverse akan jadi pintu gerbang yang bawa manusia merasai beberapa pengalaman digital serta jadi basis yang bahkan juga dapat meresap tenaga kerja baru.

Dia meyakini kalau metaverse dapat jadi kapabilitas penggerak buat membuat angkatan baru buat perusahaan serta jadi pimpinan industri.

Beberapa futuris mengatakan kalau rancangan Metaverse serupa dengan pelukisan dalam narasi fiksi ilmiah Ready Player One. Metaverse bisa diketahui dengan sejumlah ciri-ciri dasar sebagai berikut:

Sama dengan di dunia riil, ekonomi di ruangan metaverse berperan secara penuh. Beberapa kegiatan beli-jual, negosiasi produk serta service dilaksanakan dengan mata uang asli berbasiskan blockchain.

Arab Saudi Merencanakan Metaverse Untuk Ibadah Haji


Pemerintahan Arab Saudi waktu terakhir ini menggemparkan wadah lantaran rencana bikin virtual reality (VR) Ka’bah Masjidil Haram di metaverse. Periksa mempunyai periksa ide ini udah digembor-gemborkan semenjak akhir Januari 2022 saat kemarin.

“Virtual Black Stone Initiative memungkinnya umat Islam merasai pengalaman Gebuk Aswad dengan virtual sebelumnya ziarah ke Makkah (Mekah),” begitu kata account Facebook sah Haramain.

Haramain sediri dialih bahasa menjadi “dua tempat suci” berpedoman pada Mekah serta Madinah, terutama dua mushola suci dari sana.

“Presidensi Dua Mushola Suci, Abdul-Rahman Al-Sudais, yang departemennya terpisah namun bekerja sama-sama dengan organisasi Haramain, memiliki program itu pada Senin,” ujar laporan website kantornya. Ide ini adalah project Tubuh Masalah Pameran serta Museum, bekerja sama-sama dengan Kampus Umm Al-Qura.

Dilansir dari Middle East Eye, project metaverse ini namanya Virtual Black Stone Initiative yang dikeluarkan akhir Desember 2021.

Otak dari inspirasi ini digaungkan oleh Imam Besar Masjidil Haram, Syeikh Abdurrahman Sudais.

Selanjutnya, pembikinan Ka’bah di metaverse bekerjasama dengan Kampus Umm al-Qura serta Administrasi Masalah Pameran serta Museum Arab Saudi.

Maksud pembikinan Kakbah di metaverse ini yakni memberinya peluang umat Islam dapat sentuh Gebuk Aswad dengan virtual.

Wajarlah, di dunia riil mereka mesti rebutan dengan beberapa ribu pihak lain. Atau, kita tidak dapat betul-betul menyentuhnya lantaran wabah Corona.

Berkat itu, di Timur tengah lalu menggemakan inspirasi, jika Kakbah udah berada pada metaverse, bagaimana jika beribadah Haji dilaksanakan di metaverse.

Diskusi ini juga lumayan ramai di Timur tengah bahkan juga Indonesia sebagai negara yang sebagian besar beragama muslim. Bagaimana respon ulama? Ternyata, beberapa ulama Turki lebih dulu yang mulai bicara.

Awalnya pro-kontra sempat muncul lantaran VR Ka’bah ini. Lantaran dicemaskan ada Ka’bah di dunia metaverse tak bisa digolongkan menjadi beribadah Haji.

Dalam pada itu, diantaranya dipertegas oleh Instansi Presidensi Masalah Keagamaan Turki (Diyanet). Itu lantaran kriteria beribadah itu yakni sentuh lantai Mekkah dengan cara langsung.

“Ini (beribadah haji di Metaverse) tak bisa terjadi,” ujar Direktur Departemen Haji serta Umrah Diyanet, Remzi Bircan, Hurriyet Daily News.

Disebut oleh Hurriyet Daily News Turki, Departemen Masalah Agama Turki (Diyanet) sehabis mengupasnya 1 bulan, keluarkan keputusan: Mendatangi Kakbah di metaverse tidak dirasa beribadah Haji.

“Haji di metaverse tidak dapat terjadi. Umat dapat mendatangi Kakbah di metaverse namun itu tidak dipandang sebagai beribadah,” kata Direktur Departemen Service Haji serta Umrah Diyanet, Remzi Bircan.

Mereka memutus haji mesti dilaksanakan di dunia riil. Kakbah melalui VR dirasa sama dengan service VR di sebagian museum dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.